Iklan 1

Friday, 10 August 2018

Pendidikan Anak Usia DIni



PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
A.    Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
secara umum adalah suatu upaya pembinaan yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan kepada anak sejak lahir sampai dengan berusia enam tahun. PAUD  bertujuan  untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 28 menyebutkan bahwa: (1) Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. (2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal. (3) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. (4) Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
B.     Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,8 0% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
\Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.
Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
C.     Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
1.      Taman Kanak-Kanak
2.      Kelompok Bermain
3.      Taman Penitipan Anak
4.      Satuan PAUD Sejenis
Daftar Pustaka
1.      Kamus Besar Bahasa Indonesia

Monday, 6 August 2018

RPP PJOK Kelas 4 semester 2



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
PJOK


Satuan Pendidikan      :
Mata Pelajaran            : PJOK
Kelas / Semester          :  4 /2
Tema                           : Variasi Pola Gerak Dasar Pembelajaran Atletik
Sub Tema                    : Jalan Sehat
Pertemuan                   : 1
Alokasi waktu             : 90 menit


A.    TUJUAN
  1. Dengan mempraktikkan jalan sehat , siswa mampu menjelaskan makna jalan sehat
  2. Dengan mempraktikkan jalan sehat , siswa mampu mempraktikkan jalan sehat dengan baik dan benar

B.     KOMPETENSI INTI
  1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
  2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
  1. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
  2. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

C.    KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

3.3
Memahami konsep variasi dan kombinasi gerak dasar atletik jalan, lari, lompat, dan lempar dengan kontrol yang baik melalui permainan dan atau olahraga tradisional.
Mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak dasar atletik jalan, lari, lompat, dan lempar dengan kontrol yang baik melalui permainan dan atau olahraga tradisional.
4.3
Mempraktikkan prosedur variasi pola gerak dasar  jalan, lari,  lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional

D.    MATERI
Jalan Sehat

E.     PENDEKATAN & METODE
       Pendekatan          : Scientific
Strategi                 : Cooperative Learning
Teknik                  : Example Non Example
Metode                 : Permainan, Tanya Jawab, Diskusi dan Praktek
F.     LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Pendahuluan
1.      Guru memberikan salam dan mengajak berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing,
2.      Melakukan komunikasi  tentang kehadiran siswa.
3.      Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak dan lagu yang relevan.
4.      Guru menyiapkan fisik dan psikhis anak dalam mengawali kegiatan pembelajaran serta menyapa anak.
5.      Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
6.      Pada awal pelajaran, guru menyampaikan kepada siswa mereka akan bermain di luar kelas.
7.      Sebelum melakukan kegiatan guru mengajak siswa untuk melakukan pemanasan.
    10
    menit
Kegiatan
Inti
A.    Mengamati

  1. Siswa mengamati guru menjelaskan tentang pengertian Jalan Sehat


B.     Menanya

1.      Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang disampaikan
2.      Siswa menanyakan penjelasan guru yang belum di fahami

C.    Menalar

1.      Siswa mencoba berdiskusi dengan temanya tentang kegiatan Jalan Sehat
2.      Guru menunjuk kembali siswa yang telah melakukan diskusi untuk mencoba secara acak
3.      Guru menunjuk beberapa siswa untuk maju dan memperagakan cara Jalan Sehat dengan bimbingan guru
4.      Siswa melakukan pengamatan dan menyimpulkan kegiatan yang akan dilakukan
5.      Guru menyatakan bahwa siswa telah paham tentang kegiatan yang akan dilakukan

D.    Mencoba

1. Siswa melakukan kegiatan Jalan Sehat dengan langkah langkah sebagai berikut
2.      Sebelum memulai kegiatan Jalan Sehat , guru harus mempelajari teknik Jalan Sehat setahap demi setahap sampai mahir.
3.      Guru melakukan gerak pertama yaitu gerak langkah kaki
Hasil gambar untuk animasi orang berjalan

E.     Mengkomunikasikan

  1. Siswa menyampaikan proses kegiatan hari ini secara lesan kepada teman temanya
  2. Siswa menyampaikan manfaat kegiatan yang dilakukan secara lesan di depan teman dan guru.

    65
    menit
Kegiatan
Penutup
1.       Guru menjelaskan kesimpulan pentingnya saling mengenal, dimulai dari mengenal nama.
2.       Tugas rumah bersama Orang Tua: Orang tua diminta untuk membawakan foto siswa saat masa bayi atau balita ke sekolah. Orang tua diminta untuk menceritakan peristiwa yang terdapat pada foto yang akan dibawa ke sekolah, atau menceritakan peristiwa masa kecil yang menarik.
3.       Salam dan do’a penutup.
    15
    menit

G.    SUMBER DAN  MEDIA
  1. Internet
  2. Software Pengajaran  kelas 4 SD/MI dari JGC.
  3. Video/slide/gambar jalan sehat

H.    PENILAIAN
Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan  sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan  dan praktek/unjuk kerja .

Catatan Guru
1. Masalah                   :……….
2. Ide Baru                  :………..
3. Momen Spesial        :………….




Mengetahui
Kepala Sekolah,



NIP. …………………………
Banyuputih,    
Guru PJOK



NIP………………………….